A
  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 9. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 9. Tampilkan semua postingan

Biang Keringat

Biang Keringat


Biang keringat atau miliaria adalah ruam kecil berwarna merah dan menonjol yang terasa gatal, serta bisa menyebabkan sensasi menyengat atau perih pada bagian kulit. Kelainan yang juga dikenal dengan nama ruam panas ini tidak hanya terjadi pada bayi, namun orang dewasa juga bisa mengalaminya ketika cuaca sedang panas atau pada lingkungan yang bersuhu lembap.
Biang keringat biasanya muncul beberapa hari setelah seseorang terkena pajanan suhu panas. Kondisi ini bisa muncul di seluruh bagian tubuh, tapi sering kali muncul pada bagian wajah, leher, punggung, dada, dan bagian paha.
Biang Keringat-Alodokter

Gejala dan Jenis Biang Keringat

Lokasi munculnya ruam pada orang dewasa dan bayi umumnya berbeda. Pada bayi, biang keringat biasanya muncul pada bagian leher, dan terkadang pada bagian ketiak, lipatan siku, dan selangkangan. Pada orang dewasa, biang keringat akan muncul pada lipatan kulit yang bergesekan dengan pakaian.
Terdapat beberapa jenis biang keringat menurut tingkat keparahannya. Tanda dan gejala yang muncul juga bervariasi pada setiap jenisnya. Berikut ini adalah jenis-jenis yang diketahui:
  • Miliaria kristalina. Ini adalah jenis biang keringat yang paling ringan dan hanya memengaruhi saluran keringat dari lapisan kulit teratas. Kondisi ini bisa ditandai dengan kemunculan bintil-bintil berisi cairan berwarna jernih yang mudah pecah. Miliaria kristalina lebih cenderung terjadi pada bayi dibandingkan orang dewasa. Biang keringat jenis ini biasanya tidak gatal dan tidak terasa sakit.
  • Miliaria rubra. Biang keringat jenis ini muncul di lapisan kulit yang lebih dalam dan biasanya terjadi pada daerah bersuhu panas atau lembap. Gejala dari kondisi ini adalah berupa sensasi gatal dan menyengat disertai munculnya bintil merah. Kulit akan mengalami peradangan dan terasa sakit akibat dari keringat yang tidak bisa keluar dari permukaan kulit.
  • Miliaria pustulosa. Ini adalah perkembangan dari miliaria rubra di mana bintil mengalami peradangan dan berisi nanah.
  • Miliaria profunda. Ini adalah jenis biang keringat yang paling jarang terjadi, dan berdampak pada dermis atau lapisan kulit yang lebih dalam. Biang keringat jenis ini bisa bersifat kronis dan sering kambuh. Kondisi ini lebih cenderung terjadi pada orang dewasa setelah melakukan aktivitas fisik yang menghasilkan banyak keringat. Tanda-tanda yang terlihat dari miliaria profunda adalah bintil berwarna merah yang berukuran lebih besar dan lebih keras.
Biang keringat umumnya bukan merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan secara khusus. Kondisi ini biasanya dapat pulih dengan sendirinya dengan mendinginkan kulit serta menghindari pajanan panas. Meski demikian, segera temui dokter jika ruam terlihat makin parah, gejala  yang muncul bertahan cukup lama, atau Anda melihat adanya tanda-tanda infeksi, seperti:
Penyebab dan Faktor Risiko Biang Keringat
Biang keringat disebabkan oleh keringat yang terjebak di balik kulit dan tidak bisa menguap akibat kelenjar keringat tubuh yang terhambat. Sebagai akibatnya, kulit mengalami peradangan dan timbul ruam. Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa menghambat kelenjar keringat di dalam tubuh :
  • Iklim tropis. Kemunculan biang keringat bisa disebabkan oleh cuaca atau suhu lingkungan yang panas dan lembap.
  • Kepanasan, misalnya karena menggunakan pakaian yang terlalu tebal atau tidur dengan selimut yang berlebihan.
  • Aktivitas fisik tertentu. Olahraga atau pekerjaan yang memerlukan aktivitas fisik yang berat hingga menyebabkan keluarnya banyak keringat juga bisa menyebabkan terjadinya biang keringat.
  • Kelenjar keringat belum berkembang. Kasus biang keringat lebih mudah terjadi pada bayi, terutama pada bayi yang sedang dihangatkan dengan inkubator, memakai pakaian yang panas, atau mengalami demam. Bayi belum memiliki kelenjar keringat yang sudah berkembang sepenuhnya dan terkadang dapat membuat keringat tertahan di balik kulit.
  • Tirah baring (bed rest) terlalu lama. Risiko mengalami biang keringat juga tinggi pada pasien yang diwajibkan untuk beristirahat di ranjang untuk waktu yang cukup lama.

Diagnosis dan Pengobatan Biang Keringat

Biang keringat dapat dikenali dari penampakan ruam merah pada lapisan kulit. Seperti yang telah disebutkan di atas, kondisi ini umumnya tidak membutuhkan pertolongan medis. Meski biang keringat bukan kondisi yang serius, tidak ada salahnya untuk diatasi sesegera mungkin.Kondisi ini bisa ditangani sendiri di rumah dengan langkah-langkah sederhana, seperti berikut ini:
  • Menghindari panas berlebih dan tempat yang Pajanan terhadap panas akan membuat Anda lebih banyak berkeringat dan membuat ruam makin parah. Dianjurkan untuk lebih sering berteduh atau mencari tempat dingin untuk menghindari panas. Selain itu, minumlah banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi.
  • Menjaga kulit tetap dingin. Untuk menurunkan keringat dan menjaga kulit tetap dingin, berendam atau mandi bisa membantu menjadikan tubuh terasa sejuk dan menghindari keringat berlebih.
  • Memakai pakaian longgar. Hindari menggunakan pakaian yang terbuat dari serat sintetis, seperti polyester atau Bahan-bahan ini lebih menyerap panas dan membuat Anda makin banyak berkeringat.
  • Mengonsumsi tablet Obat antihistamin berguna untuk meredakan gatal-gatal pada kulit. Meski demikian, pastikan untuk menanyakan kepada dokter terlebih dahulu apakah obat ini cocok dengan kondisi kesehatan Anda.
  • Menggunakan krim hidrokortison. Krim ini sangat efektif untuk mengatasi bagian kulit yang mengalami gatal-gatal dan iritasi. Tapi jangan gunakan pada bagian wajah dan selalu ikuti petunjuk yang tertera pada kemasan
  • Memakai losion calamine. Losion ini bisa membantu meredakan kulit yang gatal, perih atau mengalami iritasi.
Jika langkah-langkah pengobatan di atas tidak membuahkan hasil, atau setelah 3-4 hari ruam merah tidak menghilang bahkan bertambah parah, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Pencegahan Biang Keringat

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah biang keringat, yaitu:
  • Usahakan agar tubuh tidak kepanasan, khususnya pada musim panas.
  • Gunakan sabun yang tidak membuat kulit menjadi kering dan tidak mengandung parfum.
  • Jangan gunakan losion atau krim yang dapat menyumbat pori-pori kulit.
  • Hindari mengenakan pakaian ketat yang dapat menyebabkan kulit sulit bernapas.
Sumber: https://www.alodokter.com/biang-keringat
Share:

Jerawat

Pengertian

Jerawat (acne) adalah gangguan pada kulit yang berhubungan dengan produksi minyak (sebum) berlebih. Hal tersebut menyebabkan peradangan serta penyumbatan pada pori-pori kulit. Peradangan ditandai dengan munculnya benjolan kecil (yang terkadang berisi nanah) di atas kulit. Gangguan kulit ini biasa terdapat di bagian tubuh dengan kelenjar minyak terbanyak, yaitu di wajah, leher, bagian atas dada, dan punggung.
Pada remaja, jerawat lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita. Namun saat memasuki usia dewasa muda, jerawat lebih mudah terjadi pada wanita dibanding pria. Umumnya jerawat terjadi di usia 14-17 tahun pada wanita, 16-19 tahun pada pria. Walau tak menutup kemungkinan bahwa jerawat juga bisa hadir di usia yang lebih dewasa.
Pada dasarnya jerawat bukanlah penyakit berbahaya. Ini adalah kondisi umum yang bisa terjadi pada siapa pun. Meski demikian, jerawat dapat meninggalkan bekas-bekas luka (acne scar), yaitu jaringan parut akibat penyembuhan jerawat yang tidak sempurna. Hal ini seringkali mengurangi kepercayaan diri orang yang mengalaminya.
Jerawat

Diagnosis

Diagnosis terhadap jerawat bisa saja dilakukan oleh dokter hanya dengan melakukan pemeriksaan fisik/ kulit penderita secara langsung. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter akan menentukan tingkat keparahan jerawat (baik dari segi jumlah maupun tingkat peradangan). Biasanya tidak diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Gejala

Pada dasarnya jerawat memiliki gejala yang cukup umum, yaitu benjolan kecil (papul) yang muncul di atas kulit. Benjolan tersebut biasanya berwarna kemerahan atau kuning (karena mengandung nanah).
Selain itu, ada beberapa tanda lainnya dari jerawat. Seperti sensasi panas/ terbakar akibat adanya peradangan dan timbulnya rasa gatal. Selain itu juga ada juga gejala khas jerawat berupa komedo.
Komedo merupakan benjolan-benjolan kecil yang mengandung sumbatan sebum. Bila berwarna hitam disebut komedo hitam (blackheads). Sedangkan yang berwarna putih disebut komedo putih (whiteheads). Komedo putih berada di lokasi yang lebih dalam dari komedo hitam.

Pengobatan

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi jerawat harus disesuaikan dengan tingkat keparahan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu dengan cara:
  • Mengurangi produksi minyak
  • Melawan infeksi bakteri
  • Mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan.
  • Obat mengandung sulfur, resorcinol atau asam salisilat
  • Antibiotik
Selain itu juga bisa dengan menggunakan Isotretinoin. Namun penggunaannya memerlukan pengawasan dari dokter, karena dapat menimbulkan efek samping yang buruk. Selain itu, wanita hamil tidak dianjurkan mengkonsumsi isotretinoin, karena dapat menyebabkan kecacatan pada janin.
Tindakan lain yang bisa dilakukan untuk mencegah jerawat agar tidak berulang adalah:
  • Menjaga kebersihan wajah. Pastikan Anda membersihkan wajah dua kali dalam sehari. Tujuannya adalah untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan minyak yang berlebihan di permukaan kulit. Ingatlah untuk selalu membersihkan wajah usai mengenakan kosmetik.
  • Hindari menggosok wajah dengan menggunakan kain atau sarung tangan dengan permukaan kasar. Usap wajah Anda dengan menggunakan tangan secara perlahan.
  • Gunakan pelembab yang non-comedogenic yang tidak dapat menyebabkan jerawat. Pilihlah pelembab sesuai dengan jenis kulit Anda.
  • Pilihlah kosmetik yang non-comedogenic yang sifatnya tidak menutup pori-pori di kulit. Dengan demikian Andaakan terhindar dari masalah jerawat setelah pemakaian kosmetik.
  • Bersihkan peralatan kosmetik Anda dengan menggunakan sabun dan air hangat secara rutin.
  • Segera mandi setelah beraktivitas. Keringat dan minyak berlebih di wajah dapat memicu terjadi jerawat.
  • Hindari memencet dan memegang jerawat terlalu sering. Hal ini dapat memicu jerawat bertambah banyak.

Penyebab

Ada banyak faktor yang dapat memicu terbentuknya jerawat. Namun secara umum jerawat dapat dipicu karena kondisi sebagai berikut:
  • Produksi minyak berlebih. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.
  • Siklus hormonal. Setiap orang tentu akan melewati masa pergantian siklus hormonal, khususnya saat memasuki usia pubertas. Saat hal ini berlangsung, produksi hormon dapat merangsang produksi minyak berlebih. Selain itu siklus hormonal juga terjadi pada masa menstruasi wanita.
  • Faktor genetik. Faktor keturunan juga dapat menjadi penyebab jerawat. Artinya, jika salah satu orangtua memiliki masalah jerawat, maka anaknya juga memiliki risiko mengalami hal yang sama.
  • Bakteri. Bila minyak berlebih yang diproduksi kulit terinfeksi bakteri, maka jerawat dapat tumbuh dengan mudah. Infeksi akibat bakteri ini jugalah yang biasanya menimbulkan iritasi pada kulit.
  • Stres. Tekanan hidup, baik karena masalah pekerjaan maupun keluarga, dapat membuat seseorang menjadi stres. Hal ini biasanya akan memengaruhi gaya hidup seseorang, termasuk dalam pola makan. Akibatnya jerawat menjadi lebih mudah terpicu.
  • Penggunaan kosmetik. Kandungan zat pada masing-masing kosmetik tidak selalu dapat ditoleransi oleh kulit setiap orang. Biasanya, jenis kosmetik dengan unsur minyak, zat pewarna, dan parfum lebih mudah memicu terbentuknya jerawat.
Sumber: https://www.klikdokter.com/penyakit/jerawat
Share:

Kanker Ginjal

Pengertian

Kanker ginjal merupakan penyakit yang ditandai dengan timbulnya sel-sel tumor ganas di ginjal. Terdapat beberapa tipe sel tumor ganas di ginjal, namun yang paling sering ditemui adalah renal cell carcinoma.
Penyakit ini umumnya terjadi pada orang lanjut usia, berusia 60 tahun ke atas. Bila ditemukan pada stadium awal, sering kali kanker ginjal dapat disembuhkan. 

Penyebab

Pada dasarnya, kanker ginjal terjadi karena ada perubahan struktur DNA pada inti sel. Perubahan ini menyebabkan sel ganas berkembang biak tak terkendali. Namun, hal-hal yang menyebabkan perubahan struktur DNA ini belum diketahui pasti hingga kini.
Meski demikian, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami kanker ginjal, yaitu:
  • Berusia 60 tahun ke atas
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Kegemukan
  • Mengalami hipertensi
  • Sering terpapar zat kimia tertentu, seperti asbes, trikloroetilen, dan kadmium
Kanker Ginjal

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosis kanker ginjal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan analisis urine, USG, dan CT scan. Keempat pemeriksaan ini diperlukan untuk melihat kemungkinan adanya tumor di ginjal dan memastikan bahwa bukan penyakit lain yang dialami.
Bila memang tampak tumor di ginjal dari USG atau CT scan, selanjutnya akan dilakukan biopsi melalui pemeriksaan sistoskopi. Pemeriksaan sistoskopi dilakukan dengan cara memasukkan sejenis kamera hingga ke ginjal, untuk melihat kondisi ginjal. Pada saat melakukan sistoskopi inilah, dokter juga akan mengambil sedikit jaringan yang diduga sebagai kanker untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

Gejala

Sayangnya, pada stadium awal, biasanya kanker ginjal tidak menunjukkan gejala apa pun. Pada stadium lanjut, gejalanya dapat berupa:
  • Kencing berdarah
  • Teraba benjolan di pinggang
  • Nyeri atau pegal hilang timbul di pinggang
  • Demam berkepanjangan atau keringat berlebih di malam hari
  • Merasa cepat lelah
  • Badan terlihat makin kurus atau berat badan turun drastis

Pengobatan

Pengobatan kanker ginjal bergantung pada kondisi tubuh secara umum dan pada stadium kanker. Prinsipnya, sebisa mungkin ginjal yang terkena kanker diangkat melalui operasi nefrektomi. Namun hal ini hanya dapat dilakukan bila tumor ginjal masih berukuran kecil (umumnya kurang dari empat sentimeter) dan satu ginjal yang lain masih dalam keadaan baik.
Apabila operasi tidak dapat dilakukan, beberapa jenis pengobatan lain yang mungkin dilakukan adalah:
  • Embolisasi: tindakan ini bertujuan untuk menyumbat pembuluh darah yang mengalir di ginjal yang mengalami kanker. Dengan menyumbat pembuluh darah, diharapkan sel kanker tidak mendapat suplai makanan dan oksigen, sehingga lama kelamaan akan mengecil.
  • Kemoterapi dan imunoterapi: pengobatan ini diberikan melalui infus, bertujuan untuk membunuh sel kanker dengan meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan kanker.
  • Radioterapi/ radiasi: Radiasi tidak dapat menyembuhkan kanker ginjal secara tuntas. Biasanya radiasi dimaksudkan untuk mengecilkan ukuran kanker. Tujuan radiasi lebih mengarah pada mengurangi keluhan yang dialami penderita kanker ginjal.

Pencegahan

Kanker ginjal tak sepenuhnya dapat dicegah. Namun dengan menerapkan pola hidup sehat, risiko seseorang mengalami kanker ginjal dapat berkurang. Upayakan pola hidup sehat seperti:
  • Hindari rokok dan berhenti merokok
  • Konsumsi banyak serat berupa buah-buahan dan sayuran
  • Berolahraga teratur
  • Hindari kegemukan
  • Tidur minimal tujuh jam di malam hari
Sumber: https://www.klikdokter.com/penyakit/kanker-ginjal
Share:

Diabetes Insipidus


Diabetes insipidus adalah kondisi yang cukup langka, dengan gejala selalu merasa haus dan pada saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jika sangat parah, penderitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.
Diabetes insipidus sendiri berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Diabetes insipidus, pada lain sisi tidak terkait dengan kadar gula dalam darah.
Diabetes insipidus-Alodokter

Penyebab Diabetes Insipidus

Terjadinya diabetes insipidus dikarenakan gangguan pada hormon antidiuretik (antidiuretic hormone/ADH) yang mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Hormon ini dihasilkan hipotalamus, yaitu jaringan khusus di otak. Hormon ini disimpan oleh kelenjar pituitari setelah dihasilkan oleh hipotalamus.
Kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon antidiuretik ini saat kadar air di dalam tubuh terlalu rendah. ‘Antidiuretik’ berarti bersifat berlawanan dengan ‘diuresis’. ‘Diuresis’ sendiri berarti produksi urine. Hormon antidiuretik ini membantu mempertahankan air di dalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine.
Yang menyebabkan terjadinya diabetes insipidus adalah produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau ketika ginjal tidak lagi merespons seperti biasa terhadap hormon antidiuretik. Akibatnya, ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan dan tidak bisa menghasilkan urine yang pekat. Orang yang mengalami kondisi ini akan selalu merasa haus dan minum lebih banyak karena berusaha mengimbangi banyaknya cairan yang hilang.
Diabetes insipidus sendiri terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
  • Diabetes insipidus kranial. Diabetes insipidus jenis ini yang paling umum terjadi. Disebabkan tubuh tidak memiliki cukup hormon antidiuretik dari hipotalamus. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kerusakan pada hipotalamus atau pada kelenjar pituitari. Kerusakan yang terjadi bisa diakibatkan oleh terjadinya infeksi, operasi, cedera otak, atau tumor otak.
  • Diabetes insipidus nefrogenik. Diabetes insipidus jenis ini muncul ketika tubuh memiliki hormon antidiuretik yang cukup untuk mengatur produksi urine, tapi organ ginjal tidak merespons terhadapnya. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh kerusakan fungsi organ ginjal atau sebagai kondisi keturunan. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakit mental, seperti lithium, juga bisa menyebabkan diabetes insipidus jenis ini.
Jika Anda mengalami gejala diabetes insipidus, seperti selalu merasa haus dan buang air kecil melebihi dari biasanya, sebaiknya segera temui dokter. Mungkin yang Anda alami bukan diabetes insipidus, tapi akan lebih baik untuk mengetahui penyebabnya.
Orang dewasa buang air kecil sebanyak 4-7 kali dalam sehari, sedangkan anak kecil melakukannya hingga 10 kali dalam sehari. Hal ini dikarenakan kandung kemih anak-anak berukuran lebih kecil. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui penyebab pastinya dan diagnosis terhadap kondisi yang dialami.

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pada diabetes insipidus kranial, pengobatan mungkin tidak perlu dilakukan pada kasus yang ringan. Untuk mengimbangi jumlah cairan yang terbuang, Anda perlu mengonsumsi air lebih banyak. Terdapat obat yang berfungsi untuk meniru peran hormon antidiuretik bernama desmopressin. Jika memang diperlukan, Anda bisa mengonsumsi obat ini.
Sedangkan pada diabetes insipidus nefrogenik, obat yang digunakan untuk mengatasinya adalah thiazide diuretik. Obat ini berfungsi menurunkan jumlah urine yang dihasilkan oleh organ ginjal.

Komplikasi Diabetes Insipidus

Rendahnya jumlah air atau cairan dalam tubuh dinamakan dehidrasi. Ini adalah salah satu komplikasi yang disebabkan oleh diabetes insipidus. Jika dehidrasi yang terjadi cukup ringan, Anda bisa minum oralit untuk mengatasinya. Tapi penanganan di rumah sakit akan diperlukan jika dehidrasi yang dialami cukup parah.
Sumber: https://www.alodokter.com/diabetes-insipidus
Share:

Hematuria


Apa itu Hematuria: Gejala, Penyebab, Diagnosis & Cara Mengobati


Apa itu Hematuria?

Hematuria adalah penyakit yang ditandai dengan adanya darah di urin. Penyakit ini dibedakan menjadi gross hematuria (adanya darah berwarna merah muda atau merah tua yang disertai penyumbatan darah) atau hematuria makroskopis, yang hanya dapat dideteksi melalui mikroskop atau uji urin.
Gross hematuria dapat dideteksi dengan mudah karena sebagian besar pasien langsung mencari pertolongan medis setelah menyadari warna urin yang tidak normal, namun pasien yang menderita hematuria mikroskopis biasanya tidak menyadari adanya hematuria sampai penyakit ini dideteksi dalam pemeriksaan kesehatan rutin atau pemeriksaan untuk keluhan kesehatan lainnya.
Hematuria umumnya terjadi sebagai gejala dari penyakit lainnya. Oleh karena itu, pengobatan untuk hematuria biasanya akan dilakukan bersamaan dengan pengobatan untuk penyakit penyebabnya. Ketika memeriksa penyebab dari hematuria, saluran kemih akan diperiksa secara menyeluruh untuk mengeliminasi kemungkinan penyebab satu persatu, sampai penyebab hematuria ditemukan.
Pada sebagian besar kasus, penyebab dari hematuria adalah penyakit yang tidak membahayakan hidup pasien. Akan tetapi, hematuria juga dapat disebabkan oleh penyakit yang ganas.

Penyebab Hematuria

Hematuria dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa faktor penyebab hematuria yang paling umum adalah:
  • Menstruasi
  • Trauma
  • Infeksi
  • Penyakit akibat virus
  • [Infeksi saluran kemih] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/infeksi-saluran-kemih)
  • Berolahraga secara berlebihan
  • Kanker ginjal atau kandung kemih
  • Peradangan pada ginjal, kandung kemih, uretra, atau prostat
  • Penyumbatan darah di saluran kemih
  • Penyakit yang menyebabkan penyumbatan darah
  • Penyakit ginjal poliklistik (pertumbuhan kista di ginjal)
  • Anemia sel sabit
Walaupun hematuria dapat mengenai pasien dari berbagai usia, penyakit ini lebih umum mengenai pasien berusia 50 tahun ke atas, memiliki penyakit batu ginjal, belum lama terkena infeksi virus atau bakteri, mengalami pembesaran prostat, memiliki riwayat keluarga penderita penyakit ginjal, atau pasien yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Apabila Anda menyadari ada darah di urin Anda, Anda harus segera menemui dokter untuk mendiagnosis penyebabnya. Beberapa pasien dapat mengalami gejala lain, namun ada juga pasien yang tidak mengalami gejala lain. Bagaimanapun juga, pasien harus menemui dokter untuk mengetahui secara pasti penyebab dari hematuria dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

Gejala Utama Hematuria

Hematuria merupakan gejala yang timbul akibat penyakit lain, namun penyakit ini dapat disertai oleh gejala lain. Hematuria dapat disertai oleh gejala yang ringan atau parah, tergantung pada penyebab utama penyakit.
  • Apabila hematuria disebabkan oleh infeksi ginjal, gejala yang lain dapat meliputi demam, nyeri pinggang, atau nyeri pada bagian bawah punggung.
  • Apabial hematuria disebabkan oleh batu ginjal, pasien biasanya akan mengalami gejala seperti nyeri yang parah pada perut atau panggul.
  • Apabila pasien memiliki infeksi saluran kemih, gejala yang umum terjadi adalah rasa perih saat buang air kecil, demam, nyeri pada bagian bawah perut, dan iritasi.
Pada beberapa kasus, terjadinya hematuria tidak disertai oleh gejala lain. Oleh karena itu, hematuria mikroskopis hanya dapat diketahui setelah pasien menjalani pemeriksaan rutin atau menjalani pengobatan untuk penyakit lain yang juga berkaitan dengan hematuria.

Siapa yang Harus Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Apabila ada darah di urin Anda, ahli kesehatan pertama yang harus Anda temui adalah dokter keluarga Anda, yang akan memeriksa riwayat penyakit keluarga Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik yang dilakukan biasanya meliputi:
  • Pemeriksaan alat kelamin
  • Pemeriksaan kulit
  • Pengukuran tekanan darah
  • Pemeriksaan kesehatan mata
  • Pemeriksaan perut
Setelah pemeriksaan, dokter dapat mengetahui apakah Anda menderita hematuria yang disebabkan oleh penyakit glomerulus atau penyakit non-glomerulus. Hematuria yang disebabkan oleh penyakit glomerulus biasanya ditandai dengan adanya darah di urin yang berwarna coklat, sedangkan hematuria akibat penyakit non-glomerulus ditandai dengan darah di urin yang berwarna merah atau merah muda dan disertai penyumbatan darah.
Setelah pemeriksaan fisik, dokter Anda akan melakukan uji laboratorium, seperti:
  • Urianalisis untuk memeriksa sampel urin
  • Nitrogen urea darah (Blood urea nitrogen/BUN)
  • Serum kreatinin
  • Pemeriksaan hematologi dan koagulasi darah
  • Uji urin
  • Uji serologi
  • Ekskresi kalsium urin
Anda juga dapat diminta menjalani uji pencitraan, seperti:
  • Spiral CT
  • Pemeriksaan radio nuklir
  • USG ginjal dan kandung kemih
  • Pengambilan gambar uretra dan kandung kemih saat pasien buang air kecil (voiding cystourethrography)
Semua uji dan tindakan di atas dilakukan satu persatu untuk mengeliminasi kemungkinan penyebab hematuria sampai dokter dapat menghasilkan diagnosis yang akurat.
Setelah menemukan penyebab hematuria, dokter akan memberitahu pilihan pengobatan pada pasien. Karena ada banyak hal yang dapat menyebabkan hematuria, pengobatan yang tersedia juga beragam. Pada banyak kasus, pengobatan hematuria dilakukan hanya dengan obat-obatan. Namun, pada penyakit yang lebih serius seperti batu ginjal atau kanker ginjal, pasien mungkin juga harus menjalani operasi.
Sembuhnya hematuria bukan berarti penyakit ini dijamin tidak akan terjadi lagi. Apabila Anda tidak melakukan tindakan pencegahan, kemungkinan besar Anda akan kembali mengalami hematuria yang disebabkan oleh penyakit lain atau penyakit yang sama.
Sebaiknya Anda berbicara dengan dokter Anda mengenai cara terbaik untuk mencegah hematuria. Salah satu tindakan pencegahan yang paling umum adalah perubahan gaya hidup. Pola makan yang lebih sehat, menghindari olahraga berlebihan, dan menjalani pemeriksaan rutin dapat mengurangi risiko terkena hematuria. 
Sumber: https://www.docdoc.com/id/info/condition/hematuria/
Share:

Albuminuria

5 Ciri Ciri Albuminuria – Penyebab, Pencegahan, Pengobatan

2402
Ciri ciri albuminuria adalah gejala awal bahwa didalam tubuh telah mengalami pelonjakan zat protein berupa penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh. Albuminuria merupakan kondisi dimana telah terjadi konsentrasi zat protein yang berlebihan secara berulang didalam urin yang diiringi dengan kerusakan pada organ ginjal. (Baca Juga: Cara Mengatasi Kekurangan Protein  , Penyebab Urin Berwarna Kuning)
Penyebab Albuminuria
  • Kurangnya cairan dalam tubuh yang awalnya menyebabkan dehidrasi kemudian muncul penumpukan zat protein dalam tubuh sehingga menyebabkan organ ginjal bekerja lebih berat. (Baca Juga Akibat Kekurangan Kalori dan Protein)
  • Karena asupan nutrisi protein, Vitamin C dan kalsium yang terlalu banyak dalam tubuh sehingga menimbulkan glomerulus mengalami beban berat terus menerus yang akhirnya menyebabkla kerusakan beberapa jaringan tubuh misalnya ginjal.
  • Karena menderita penyakit diabetes dan hipertensi dimana kedua penyakit tersebut sangat beresiko merusak jaringan organ ginjal sehingga menyebabkan kehilangan kemampuannya dalam mengendalikan cairan dalam tubuh. Kondisi inilah yang menjadi penyerbab mengapa jumlah albumin dalam tubuh menjadi berlebihan.
  • Karena mengkonsumsi obat obatan tertentu dan Trauma luka yang menyebabkan infeksi sehingga memicu pelonjakan debit protein didalam tubuh. (Baca juga: Akibat Kekurangan dan Kelebihan Protein)
Ciri Ciri Albuminuria
  1. Pembengkakan pada wajah, Pergelangan tangan.
Kaki dan area perut yang disebabkan karena rusaknya sistem pembuangan metabolisme tubuh yang bekerja tidak sempurna. (Baca Juga: Penyebab Kaki Bengkak Sebelah Kiri)
  1. Urin Mengandung protein albumin
Ketika diadakan pemeriksaan urin ternyata urin mengandung protein albumin yang melimpah yang ditandai dengan warna urin yang keruh, Bercampur dengan nanah, Darah dan berbau tidak sedap yang mencolok. Kondisi ini adalah indikasi yang akurat jika ciri ciri albuminuria sudah terjadi didalam tubuh. (Baca Juga: Fungsi Tes Urine , Makanan Penurun Albumin)
  1. Nyeri Pinggang
Pinggang mengalami rasa nyeri yang timbul tenggelam karena jaringan penyaringan cairan dalam organ ginjal telah mengalami kerusakan. Pinggang yang selalu terasa nyeri adalah indikasi umum jika ginjal sedang bermasalah dan merupakan ciri ciri albuminuria. (Baca Juga: Obat Sakit Pinggang Belakang)
  1. Terkena sakit ginjal
Terkena sakit ginjal termasuk gagal ginjal untuk pertama kalinya akibat kebiasaan tubuh kekurangan cairan terus menerus dan mengkonsumsi makanan yang mengandung protein, Kalsium dan vitamin C secara berlebihan dalam jangka panjang.
  1. Tubuh mudah lelah
Jaringan perut terasa tidak nyaman dan merasa haus yang berulang walaupun sudah minum air putih yang cukup. Periksakan segera pada dokter yang terkait jika terjadi gejala seperti ini. (Baca Juga: Penyebab Cepat Lelah)
Pencegahan Albuminuria
  • Membiasakan diri untuk meningkatkan kualitas cairan tubuh dengan jalan minum air putih setidaknya 8 gelas perhari dan kurangi minuman yang mengandung kafein untk tujuan penstabilan albumin dalam tubuh agar dapat menghindari munculnya ciri ciri albuminuria. (Baca Juga: Penyebab Badan Terasa Dingin Tapi Tidak Demam)
  • Tidak mengkonsumsi makanan yang hanya mengandung protein dan kalsium saja tetapi imbangi dengan gizi yang kompleks termasuk semua jenis vitamin, Mineral, Zat besi, Serat, Omega 3 dan lain lain.
  • Hindari makanan yang mengandung banyak garam karena garam terbukti memperberat kinerja ginjal dalam mengendalikan cairan tubuh dan memicu munculnya ciri ciri albuminuria. (Baca Juga: Cara Mengatasi Ginjal Bocor )
  • Penderita albuminuria melakukan secara konsisten diet protein , Kalium, Natrium, Magnesium serta karbohidrat sesuai dengan anjuran ahli gizi atau dokter yang terkait.
  • Memperbanyak konsumsi buah buahan yang kaya serat setiap hari misalnya apel, Anggur dan stroberry untuk mencegah pelonjakan zat protein didalam tubuh karena buah buahan dapat menetralisir albumin yang berlebihan sehingga fungsi ginjal tetap dalam kondisi terbaiknya dan terhindar dari munculnya ciri ciri albuminuria. (Baca Juga:  Tanda Awal Alzheimer)
  • Hindari segala bentuk makanan siap saji atau jenis junkfood karena makanan seperti itu dapat menyebabkan kinerja ginjal menjadi lebih berat dan mengalami kerusakan. (Baca Juga: Penyebab Batu Ginjal pada Pria dan Wanita)
Pengobatan Albuminuria
  • Dokter akan menganjurkan pada penderita albuminuria agar menstabilkan kadar gula darah pada titik yang normal dan diwajibkan untuk mempertahankannnya. (Baca juga: Akibat Kelebihan Albumin)
  • Penderita diabetes dan hipertensi yang mengalami peningkatan albumin akan diberikan dokter obat hipertensi jenis ACE Inhibitor yang bermanfaat melindungi jaringan ginjal agar tetap maksimal sekaligus menjaga kadar gula darah agar tiodak meningkat.
  • Dokter akan memberlakukan penderita untuk teknik mengurangi debit albumin berupa penggunaan diuretik dosis ringan secara berulang sesuai kadar albumin yang telah terditeksi. (Baca Juga: Obat Prostat Bengkak)
  • Penderita diharuskan mengurangi mengkonsumsi makanan yang memiliki zat protein tinggi untuk menstabilkan kadar albumin dalam tubuh.
  • Karena kasus obesitas dan riwayat penyakit ginjal dapat menyebabkan peningkatan albumin dalam tubuh sehingga ginjal tidak mampu mengendalikan cairan tubuh yang mengandung protein yang berlebihan sehingga terbuang bersama urin. (Baca juga: Penyebab Gagal Ginjal Akut )
  • Karena faktor usia lanjut (50 tahun ke atas) dimana pada usia tersebut rentan terjadi penurunan daya tahan tubuh yang menyebabkan pelonjakan produksi albumin didalam tubuh sehingga seseorang mudah mengalami ciri ciri albuminuria.
  • Dilakukan terapi steroid untuk mengurangi kadar protein dalam urin dan memblokir protein dalam urin relatif lebih cepat termasuk pada penderita diabetes tipe 2. (Baca Juga: Akibat Kelebihan Protein)
Bahan makanan terbaik bagi kesehatan ginjal
Ciri ciri albuminuria dapat dicegah melalui makanan yang menyehatkan organ ginjal
  • Kembang kol merupakan jenis sayuran terbaik yang mengandung nutrisi yang dapat membantu kinerja ginjal semakin baik
  • Minyak zaitun dan minyak jagung adalah minyak paling aman daripada minyak kelapa atau minyak lainnya untuk penggunaan sehari hari misalnya untuk menggoreng dan menumis. Minyak zaitun dan jagung mampu meningkatkan kesehatan jaringan ginjal dan menstabilkan debit albumin didalam tubuh.
  •  Bawang putih merupakan bumbu masakan yang mengandung zat antibiotik terbaik yang mampu melindungi organ ginjal dari kerusakan akibat infeksi atau peradangan sehingga ginjal selalu berada dalam kondisi terbaiknya dan terhindar dari munculnya ciri ciri albuminuria.
Sumber: https://halosehat.com/tips-kesehatan/kesehatan-ginjal/ciri-ciri-albuminuria
Share:

Batu Ginjal

Definisi

Apa itu batu ginjal (kencing batu)?

Batu di ginjal adalah endapan keras yang terbentuk dari zat yang ada di air kencing. Prosesnya disebut nephrolithiasis. Penyakit batu ginjal atau kencing batu ini biasanya berukuran sangat kecil atau bisa mencapai sekitar beberapa inci. Ukuran batu yang lebih besar yang mengisi saluran yang membawa kencing dari ginjal ke kandung kemih disebut batu staghorn.

Seberapa umumkah penyakit batu yang terdapat ginjal?

Penyakit batu ginjal atau kencing batu umum terjadi, yang biasanya menyerang orang yang berusia di atas 40 tahun. Penyakit batu ginjal atau kencing batu bisa diatasi dengan mengurangi faktor-faktor yang berisiko untuk kesehatan kita. Harap berdiskusi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala batu ginjal?

Sepertiga dari orang-orang di dunia memiliki kondisi adanya batu pada ginjal mereka, tapi hanya setengahnya yang punya gejala batu ginjal.
Meski tanpa gejala, batu pada  ginjal bisa menimbulkan masalah, seperti infeksi dan penyumbatan aliran kencing. Batu yang tersangkut di kandung kemih akan menyebabkan kencing batu dan memunculkan banyak gejala.
Gejala batu ginjal yang biasanya terjadi adalah sakit luar biasa (urinary colic) yang datang dan pergi, dan biasanya bergerak dari bagian samping belakang (flank) ke bagian bawah perut (abdomen). Gejala batu ginjal umum lainnya termasuk :
  • Sakit pinggang, paha, selangkangan, dan kemaluan
  • Darah dalam urin
  • Mual dan muntah-muntah
Jika kencing batu yang disebabkan oleh batu kristal di ginjal menimbulkan infeksi, Anda harus segera periksakan ke dokter. Gejala batu ginjal lainnya  bisa berupa meriang, demam, berkeringat, dan buang air kecil yang sering, mendesak, serta terasa sakit.
Masih banyak tanda-tanda atau gejala batu ginjal yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda punya masalah dengan salah satu gejalanya, harap konsultasi dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya saya bertemu dokter?

Anda sebaiknya menghubungi dokter jika Anda mengalami beberapa gejala batu ginjal seperti:
  • Muntah-muntah parah, sakit teramat sangat yang membuat Anda tidak bisa duduk diam
  • Rasa sakit disertai mual dan muntah-muntah
  • Rasa sakit disertai demam dan meriang
  • Kencing berdarah
  • Susah buang air kecil, yang mana ini merupakan salah satu gejala batu ginjal yang paling umum

Penyebab

Apa penyebab batu ginjal?

Penyebab batu ginjal atau kencing batu bisa terbentuk jika urin atau air kencing yang mengandung terlalu banyak bahan kimia. Bahan kimia tersebut seperti kalsium, asam urat, sistin, atau struvite (campuran fosfat, magnesium, dan ammonium).
Melakukan diet yang sangat tinggi protein dan meminum terlalu sedikit air akan meningkatkan risiko penyebab batu ginjal muncul. Faktanya, sekitar 85% batu di ginjal penyebab kencing batu terbuat dari zat kalsium. Batu asam urat terjadi lebih sering jika Anda juga menderita encok. Batu struvite terbentuk lebih sering di dalam urin yang terinfeksi (batu infeksi).

Jenis batu yang menyebabkan kencing batu

Para dokter telah menemukan empat jenis kandungan utama dari penyebab batu ginjal:


Kencing batu sering disebabkan oleh batu ginjal yang mengandung kalsium. Kelebihan kalsium bisa menjadi penyebab batu ginjal. Pasalnya, kalsium yang tidak digunakan oleh tulang dan otot pergi ke ginjal.
Pada kebanyakan orang, ginjal mengeluarkan ekstra kalsium bersamaan dengan sisa urin. Orang yang memiliki batu kalsium menyimpan kalsium dalam ginjal mereka.
Kalsium yang tetap berada di belakang bergabung dengan produk-produk limbah lain untuk membentuk batu. Seseorang dapat memiliki kalsium oksalat dan batu kalsium fosfat, meskipun batu kalsium oksalat lebih umum.


Sebuah batu asam urat juga bisa terbentuk ketika air seni mengandung terlalu banyak asam. Orang-orang yang makan banyak daging, ikan, dan kerang mungkin terkena batu asam urat.

Batu struvite di ginjal, juga dapat terbentuk setelah Anda memiliki infeksi ginjal.

Faktor genetik


Batu sistin adalah hasil dari kelainan genetik, yang berarti masalah diturunkan dari orangtua ke anak. Gangguan tersebut menyebabkan sistin bocor melalui ginjal dan ke dalam urin.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko penyakit batu ginjal?

Ada banyak faktor-faktor risiko penyebab batu ginjal, seperti :
  • Riwayat kesehatan keluarga yang pernah mengalami batu di ginjal. Bila ada keluarga yang pernah mengalami batu di ginjal, kemungkinan Anda juga bisa terkena
  • Dehidrasi atau tubuh yang kekurangan cairan bisa menjadi penyebab batu ginjal
  • Diet-diet tertentu, seperti diet yang tinggi protein, sodium, dan gula bisa menjadi risiko penyebab batu ginjal.
  • Mengalami obesitas atau berat badan berlebih juga bisa menjadi penyebab batu ginjal
  • Penyakit pencernaan dan operasi pencernaan. Operasi lambung (gastric bypass surgery), infeksi usus, atau diare kronis bisa menyebabkan perubahan di dalam proses pencernaan yang memengaruhi penyerapan kalsium dan air, meningkatkan kadar tingkat pembentukan batu di dalam urin Anda.
  • Kondisi medis lainnya juga bisa meningkatkan risiko batu ginjal termasuk renal tubular acidosis, cystinuria, hyperparathyroidism, obat-obatan tertentu, dan beberapa infeksi kandung kemih.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan obat batu ginjal?

Pengobatan tergantung kepada beberapa hal, seperti ukuran dan jumlah batu, di mana dmereka berada, dan apakah ada infeksi atau tidak. Kebanyakan batu keluar dari tubuh dengan sendirinya tanpa bantuan dokter. Obat-obatan dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit. Antibiotik diberikan jika ada infeksi.
Batu yang tidak keluar sendiri perlu dikeluarkan dengan bantuan ahli urologi. Seorang ahli urologi adalah dokter yang memiliki spesialisasi di bidang penyakit saluran kemih. Ahli urologi biasanya menggunakan alat yang panjang dan tipis (ureteroscope) untuk mengeceknya.
Kadang-kadang, dokter juga menggunakan gelombang kejut untuk memecahkan batu menjadi potongan-potongan kecil agar lebih mudah dikeluarkan. Pengobatan ini disebut extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). Tak jarang, diperlukan operasi batu ginjal untuk mengeluarkan batu-batu ini (percutaneous nephrolithotomy).

Operasi batu ginjal

Jika batu ginjal menghalangi saluran kemih Anda, Anda membutuhkan tindakan seperti  operasi batu ginjal. Jika hanya ditemukan batu-batu kecil pada ginjal, biasanya ini tidak membutuhkan tindakan operasi batu ginjal.
Kemungkinan Anda butuh obat pereda nyeri untuk meredakan sakit di bagian perut atau ketika ingin buang air kecil. Jika Anda sering muntah atau tidak minum cukup cairan, Anda mungkin perlu untuk pergi ke rumah sakit dan mendapatkan cairan melalui jarum di lengan. Kemungkinan dokter juga akan menyarankan operasi batu ginjal di tahap ini.
Jika Anda memiliki batu di ginjal yang besar atau saluran kemih Anda diblokir, ahli urologi dapat mengangkat batu atau memecahnya menjadi potongan-potongan kecil dengan perawatan selain operasi batu ginjal berikut ini:
Ureteroscopy
Urolog akan menggunakan alat panjang, seperti tabung dengan lensa mata, yang disebut ureteroscope, untuk menemukan krital pada penyakit batu ginjal. Alat ini dimasukkan ke dalam uretra dan melalui kandung kemih ke ureter.
Setelah batu ditemukan, urologi dapat mengangkat atau dapat memecahnya menjadi potongan-potongan kecil dengan energi laser. 
Nephrolithotomy perkutan
Urolog menggunakan alat untuk melihat kawat-tipis, yang disebut nephroscope, untuk menemukan dan menghilangkan kristal batu pada penyakit batu ginjal.
Alat ini dimasukkan langsung ke dalam ginjal melalui luka kecil yang dibuat di punggung Anda. Untuk kasus penyakit batu ginjal yang lebih parah, gelombang kejut juga dapat digunakan untuk memecah batu menjadi potongan-potongan kecil.
Shock Wave Lithotripsy (SWL)
SWL merupakan salah satu  obat batu ginjal tanpa operasi yang bisa Anda pilih. Metode ini digunakan untuk menghilangkan batu di ginjal atau di saluran kencing.
Di sini, akan digunakan gelombang kejut difokuskan pada batu di ginjal menggunakan sinar-X atau ultrasound. Penembakan berulang menggunakan gelombang kejut biasanya menyebabkan batu itu pecah menjadi potongan-potongan kecil

Pilihan pengobatan selain operasi batu ginjal

1. Coba banyak minum air

Dehidrasi merupakan salah satu faktor risiko utama yang bisa menjadi penyebab terbentuknya batu di ginjal. Dengan minum air yang cukup setiap hari, ini dapat menjadi obat batu ginjal tanpa operasi.
Upayakan untuk minum 12 gelas air per hari, lebih dari anjuran sehari-hari yang berkisar sekitar 8 gelas perhari. Lakukan ini setiap hari dalam beberapa waktu.
Setelah minum air sebagai obat batu ginjal, jangan lupa juga perhatikan warna urin anda. Urin yang normal seharusnya berwarna bening.
Jika urin Anda memiliki warna lain seperti kuning atau merah, tandanya ada yang salah dengan tubuh Anda. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan obat batu ginjal dan perawatan lebih lanjut.  
2. Minum air lemon
Selain minum air putih, Anda bisa menambahkan lemon segar di dalam air yang Anda minum tiap hari. Lemonadalah buah mengandung sitrat, yang merupakan bahan kimia untuk mencegah pembentukan batu kalsium di dalam tubuh.
Sitrat juga bisa memecah batu-batu kecil, memungkinkan mereka untuk melewati ginjal dengan lebih mudah. Air lemon bisa menjadi obat batu ginjal alternatif bagi Anda.
3. Cuka apel
Cuka apel adalah minuman obat batu ginjal yang mengandung asam sitrat. Sama dengan lemon, bahwa asam sitrat pada cuka apel dapat membantu melarutkan batu ginjal.
Obat batu ginjal ini dapat meningkatkan asam pada lambung untuk mencegah pembentukan batu baru. Selain membantu zat keluar lewat ginjal lebih mudah, cuka sari apel juga bisa meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh adanya batu dalam saluran kencing.
Sebaiknya jangan mengonsumsi lebih dari satu gelas 8 ons air campur cuka apel setiap hari, apalagi jika Anda menggunakannya sebagai minuman obat batu ginjal.
Jika tertelan dalam jumlah yang lebih besar, cuka sari apel dapat menyebabkan kadar kalium dan osteoporosis rendah. Penderita diabetes harus berhati-hati saat meminum campuran ini. Pantau kadar gula darah Anda dengan hati-hati sepanjang hari.
Hindari juha meminum campuran air dan cuka apel jika Anda mengonsumsi beberapa obat berikut:
  • Insulin
  • digoxin (Digox)
  • Diuretik, seperti spironolakton (Aldactone)

Apa tes yang paling umum untuk mendeteksi gejala batu ginjal?

Dokter akan melihat riwayat medis, melakukan pengecekan fisik, dan tes urin. Pengecekan dengan x-ray atau ultrasound terhadap perut Anda bisa dilakukan jika dibutuhkan. Tes ini dapat mengungkap sebagian besar jenis batu (kalsium, cystine, dan batu struvite).
Namun x-ray tidak bisa menunjukkan batu asam urat dan juga akan melewatkan batu-batu yang lebih kecil. Computed Tomography (CT) di saluran kemih adalah tes terbaik untuk mendiagnosa batu dan mendeteksi penyakit lain yang bisa menyebabkan gejala yang serupa dengan batu pada ginjal.
Sangat jarang terjadi, namun jika diagnosisnya belum jelas, akan dilakukan studi x-ray spesial (intravenous pyelogram, atau IVP). Dalam studi ini, zat pewarna akan dipakai untuk mewarnai kantong kemih dan membantu pencarian batu.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang membantu mengatasi batu yang terdapat pada ginjal?
Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut ini dapat membantu Anda mengatasi batu di ginjal:
  • Minum semua obat yang diberikan
  • Ikutin saran dokter tentang pola makan
  • Banyak minum cairan, paling tidak 2-3 liter perhari
  • Hubungi dokter Anda jika kondisi memburuk.
Jika Anda memiliki pertanyaan lain, harap konsultasi dengan dokter Anda untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.
Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Pencegahan

Mencegah penyakit batu ginjal

1. Minum air yang banyak
Minum air setidaknya 8 gelas per hari. Perbanyak asupan air putih Anda jika aktivitas fisik Anda tergolong padat dan sering berkeringat. Rajin minum air dapat menurunkan risiko pembentukan batu di ginjal.
Namun, batasi minuman yang mengandung kalori atau pemanis. Kurangi alkohol, kafein, teh, dan minuman bersoda. Penelitian menunjukkan bahwa setidaknya konsumsi 1 gelas minuman bersoda setiap hari dapat meningkatkan risiko sakit batu di ginjal sebanyak 23 persen.
2. Batasi makan makanan asin
Kebanyakan makan makanan asin dari garam  atau natrium, dapat memicu penyakit batu ginjal karena meningkatkan jumlah kalsium dalam urin.
Batasi asupan garam maksimal dalam sehari setara dengan 1 sendok teh garam dapur (5 gram garam). Biasakan untuk membaca dan menghitung kandungan gizi dalam makanan kemasan yang banyak mengandung natrium
3. Jaga berat badan tetap ideal
Obesitas sering dikaitkan terhadap risiko batu di ginjal atau sakit kencing batu. Hal ini dapat menyebabkan resistensi insulin dan peningkatan jumlah kalsium dalam urin sehingga berisiko lebih besar adanya batu di ginjal.
Pada pH urin cenderung lebih asam pada orang yang memiliki berat badan lebih sehingga juga meningkatkan risiko terjadinya pembentukan batu ginjal.
4. Batasi makan asupan hewani dan yang mengandung purin
Daging dan sumber protein hewani yang biasa Anda makan seperti telur, jeroan dan produk susu mengandung purin. Purin adalah zat yang sering menyebabkan kondisi asam urat.
Selain itu, asam urat merupakan salah satu bahan yang akan membentuk batu pada ginjal Anda.Oleh karena itu, batasi asupan makanan hewani dan makanan mengandung purin lainnya.
Sumber: https://hellosehat.com/penyakit/batu-ginjal-kencing-batu/
Share:

Postingan Populer

Label

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.