A
  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 11. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 11. Tampilkan semua postingan

Teleskop Bias dan Teleskop Pantul



Pengertian Teleskop Bias dan Sejarah Teleskop Bias


Pengertian Teleskop Bias dan Sejarah Teleskop Bias
Bagaimana kabar kawan sekitar fisika, apakah baik-baik saja? Nah, pada kesempatan kali ini mimin akan menjelaskan tentang teleskop bias. Kalian sudah tau belum apa itu teleskop bias? Bagaimana sejarah ditemukannnya teleskop bias? Untuk menjawab petanyaan diatas, mari kita simak penjelasan tentangteleskop bias yang singkat dan padat berikut ini.

Pengertian Teleskop Bias

Teleskop bias merupakan alat optik yang umumnya digunakan untukmelihat benda-benda jauh seperti bulan, dan planet-planet lain yang ada di tata surya seperti Mars dan Jupiter. Prinsip kerja terpong bias yaitu dengan pembekokan cahaya ketika sinar melewati satu medium ke medium lainnya, misalnya dari udara ke kaca. Dalam hal ini, kaca diartikan sebagai lensa, dan mungkin mempunyai beberapa komponen lain yang bentuk fisiknya berupa cembung, cekung, atau plan-pararel.

Sejarah Teleskop Bias

Teleskop bias pertama kali ditemukan oleh para pembuat kacamata di Belanda pada abad ke-16. Namun, Galileo adalah orang pertama yang menggunakan teleskop untuk mengamati benda-benda langit. Sejak itu teleskop bias semakin sering dipakai untuk mengamati benda-benda langit.

Rancangan telsekop bias cukup sederhana, hanya ada lensa obyektif dan okuler. Teleskop jenis ini sudah semakin jarang dikembangkan, terutama dalam dunia astronomi yang sudah sangat maju seperti sekarang. Ada beberapa kelemahan yang dimiliki sebuah teleskop bias, misalnya aberasi kromatis pada lensa obyektifnya dan kesulitan membuat lensa obyektif dengan diameter yang besar.

Aberasi kromatis pada refrraktor terjadi karena komponen cahaya bintang memiliki jarak fokus yang berbeda-beda: jarak fokus panjang gelombang merah lebih panjang daripada panjang gelombang biru, ini mengakibatkan bayangan bintang yang datang pada lensa menjadi kabur. Masalah ini biasanya diatasi dengan menggabungkan dua buah lensa (satu cekung dan satu cembung) dengan indeks bias yang berbeda sebagai lensa obyektifnya.
Objektif yang dipasang pada teleskop hanya disangga oleh bagian dalam tabung teleskop itu. Semakin besar diameter lensa, semakin berat lensanya dan cenderung untuk berubah bentuk. Akibatnya, mutu bayangan yang dihasilkan tidak sempurna. Perubahan bentuk lensa ini disebabkan lensa yang terbuat dari gelas sebenarnya adalah cairan yang membeku terlamba sehingga jika dipasang tegak, bagian yang terletak lebih tinggi cenderung “mengalir” ke bawah.

Kesulitan lain berkaitan dengan proses pembuatan lensa. Semakin besar ukuran lensa, semakin sulit pula membuat lensa yang benar-benar bebas dari gelembung-gelembung udara serta cukup homogen agar bayangan yang diambil dengan menggunakan teleskop ini tidak mengalami distorsi.

Atas kesulitan-kesulitan itu, para ahli atronomi tidak lagi berusaha membuat teleskop refraktor dengan diameter yang besar. Teleskop refraktor terbesar yang ada di dunia sekarang ini adalah teleskop di Observarium Yerkes dengan diameter objektif satu meter.


Pengertian Teleskop Pantul

Teropong pantul merupakan teropong yang menggunakan prinsip pemantulan cahaya objek oleh sebuah cermin cekung atau lebih tergantung model/desainnya yang fungsinya sama dengan lensa objektif. Teropong ini tersusun atas cermin cekung, cermin datar, dan lensa okuler. Dengan penggabungan tersebut, terkadang beberapa model teropong ini dikenal juga dengan teropong katropis atau penggabungan dari refraktor dan reflektor (Baca juga: macam-macam teropong). Terlepas dari itu, istilah teropong pantul tetaplah teropong yang memanfaatkan pemantulan cahaya menggunakan cermin datar ataupun cermin cekung.
Adapun bagian-bagian penting dari teropong reflektor ini yaitu:
  1. Cermin cekung. Berfungsi sebagai penangkap cahaya.
  2. Cermin datar. Cermin datar memantulkan cahaya yang berasal dari cermin cekung (sebagai lensa objektif).
  3. Lensa okuler. Sebagai bagian untuk mengamati suatu objek.
Jika pada teropong bias (refraktor) kedua lensa terletak di kedua ujung tabung dari teropong, lain halnya dengan teropong pantul (reflektor).  Pada teropong pantul, cermin cekung yang berperan sebagai objektif terletak pada bagian belakang tabung sehingga bagian depan teropong tampak kosong dan terbuka.
Cara Kerja Teropong Pantul (Reflektor)
diagram teropong bintang pantulGelombang cahaya/sinar sejajar yang datang dari arah yang tidak terhingga, masuk melalui tabung optik menuju cermin cekung yang kemudian dipantulkan. Cermin cekung berfungsi merefleksikan cahaya dan bayangan gambar.  Sinar kemudian difokuskan ke titik fokus (F) di cermin datar. Cermin datar mengarahkan sinar pada lensa okuler. Lensa okuler berfungsi sebagai pembesar sehingga akan tampak jelas saat kita melihat melalui lensa okuler. Perbesaran bayangan pada teropong bias dan pantul ternyata sama. Makin besar lensa objektifnya, maka semakin banyak cahaya yang masuk sehingga objek yang jauh seperti yang ada di luar angkasa dapat menghasilkan citra yang baik.
Fungsi Teropong Pantul (Reflektor)
Teropong pantul sering digunakan dalam bidang astronomi oleh karena itu, teropong ini disebut juga sebagai teleskop. Bahkan hampir semua teropong yang digunakan lembaga antariksa saat ini banyak menggunakan teropong reflektor. Teropong pantul berfungsi dalam mengumpulkan cahaya objek-objek yang mempunyai intensitas cahaya cukup sampai sangat kecil. Sehingga, pemanfaatan fungsi teropong ditujukan untuk pengamatan objek jauh di luar angkasa yang sangat luas (intensitas cahaya yang kecil).
Alasan penggunaan reflektor dalam bidang astronomi ini selain biaya pembuatan cermin yang murah dan tidak rumit yaitu reflektor pada teropong ini dapat berfungsi pada spektrum cahaya yang secara luas sehingga dapat menyerap panjang gelombang tertentu ketika cahaya melewati elemen cermin. Tentunya hal ini lebih murah jika pembuatanya dalam skala besar.

Selain fungsinya dalam bidang astronomi, teropong pantul juga digunakan dalam pengamatan terestrial atau pengamatan medan bumi. Salah satu jenis teropong pantul yang digunakan dalam bidang ini yaitu desain Gregorian.
Jenis-jenis Teropong Pantul (Reflektor)
Berbicara tentang jenis-jenis teropong . Di zaman sekarang ini, telah banyak desain teropong yang berbeda dalam hal bentuk, penggunaan jenis cermin, jumlah cermin dan lensa, letak, tujuan dan sebagainya. Selain itu, hal yang tidak kalah penting dari sebuah desain adalah penggunaan film atau sensor digital pada desain teropong yang dapat memudahkan dalam perekaman gambar objek yang dihasilkan oleh reflektor.
Berikut ini jenis-jenis teropong pantul berdasarkan desainnya:
  1. Desain Newtonian
Teropong newtonian merupakan teropong pantul pertama yang dibuat dan menjadi contoh desain teropong lainya (gambar dapat dilihat pada cara kerja teropong di atas).  Terdiri atas sebuah cermin utama besar yang berbentuk cekung dan cermin datar untuk memantulkan cahaya ke lensa okuler. Lensa okuler pada teropong ini terletak di salah satu sisi samping teropong ini. Seperti namanya, desain ini diciptakan oleh Isaak Newton. Penggunaanya dan model yang sederhana dapat digunakan oleh kaum awam serta mudah untuk membuatnya.
  1. Desain Gregorian
Teleskop GregorianTeropong yang menggunakan desain ini mempunyai 2 cermin cekung (cermin utama) dan sebuah cermin kedua yang juga berbentuk cekung  untuk merefleksikan cahaya dari  cermin utama ke lensa okuler melalui celah diantara 2 cermin utama tadi.  Gambar yang dihasilkan tegak dan sering digunakan untuk pengamatan terestrial atau pengamatan medan. Desain jenis ini membuat seorang pengamat dapat berdiri dibelakang cermin utama, sangat sesuai dengan fungsinya tadi.
  1. Desain Cassegrain
Teropong CassegrainJenis ini menggunakan kombinasi  dari jenis cermin cekung dan cembung. Dua cermin utama berbentuk cembung yang diantara kedua cermin tersebut terdapat lubang sebagai tempat melewatinya pantulan cahaya ke lensa okuler yang dipantulkan oleh cermin kedua (berbentuk cembung). Cermin cembung sebagai cermin kedua (sekunder) menciptakan panjang fokus yang lebih panjang pada teropong ini.

  1. Desain Off-axis
Herschelian
Herschelian
Teropong Off-axis
Schiefspiegler
Desain ini memungkinkan elemen-elemen sekunder dapat dihilangkan atau dapat dipindahkan dari sumbu optik utama. Desain ini bertujuan untuk menghindari obstruksi. Beberapa contoh desain ini adalah herschelian dan schiefspiegler. Pada desain herschelian tidak menggunakan cermin kedua  seperti yang terdapat pada newtonian. Sedangkan pada schiefspiegler menggunakan cermin yang dapat digerakkan.
  1. Desain Cermin cair (liquid)
Large Zenith Telescope (LZT)
Large Zenith Telescope (LZT)
Jika pada jenis teropong lain mempunyai jenis kaca yang solid, lain halnya dengan teropong tipe ini yang menggunakan logam cair sebagai cerminya. Logam cair berputar dengan kecepatan yang konstan menghasilkan bentuk cekung (seperti parabola) sehingga sesuai jika digunakan sebagai cermin pemantul. Penggunaan sistem ini jauh lebih murah dalam pembuatanya dibandingkan jenis yang lain. Kemampuan pengumpulan cahaya menggunakan cermin cair sangat baik. Salah satu contoh dari teropong jenis ini adalah Large Zenith Telescope (LZT) yang berada di Canada. LZT



https://materiipa.com/teropong-pantul
http://sekitarkita0.blogspot.com/2018/05/teleskop-bias-pengertian-dan-sejarah-terlengkap.html

Share:

Teleskop

PENGERTIAN TELESKOP

Teleskop adalah sebuah alat bantu penglihatan (optik) untuk mengamati benda-benda yang jauh terutama benda yang berada di langit seperti bulan dan bintang. Teleskop dapat menjalankan fungsi tersebut karena kemampuannya memperkuat cahaya dan memperbesar bayangan, sehingga benda-benda yang jauh dapat terlihat lebih dekat dan jelas. Teleskop juga disebut dengan teropong.

SEJARAH TELESKOP

Hans Lippershey yang merupakan seorang pembuat kacamata berasal dari Middleburg, Belanda. pada tanggal 2 Oktober 1608 menciptakan alat pertama yang disebut sebagai teleskop. Teleskop ini mempunyai kemampuan untuk memperbesar benda-benda yang diamati hingga lima kali lipat. Setahun kemudian pada tahun 1609, Galileo Galilei menciptakan teleskop pertama yang digunakan dalam bidang astronomi, yang dapat memperbesar hingga 20 kali lipat, sehingga pada tahun 1610 ia membenarkan teori “alam semesta berpusat pada matahari”.


Pada tahun 1668, Isaac Newton menciptakan teleskop baru yaitu teleskop yang menggunakan cermin sebagai lensa. Sehingga penemuan ini merupakan titik balik dalam sejarah ilmu sains. Kemudian pada pertengahan abad ke 17, Havelius, seorang astronom yang berasal dari jerman membuat teleskop berlensa yang kerangkanya diciptakan dari kayu setinggi 46 meter.

Selanjutnya Huygens yang merupakan seorgan astronom dari Belanda menggunakan teleskop dengan lensa yang berbeda, teleskopnya juga tidak menggunakan tabung dan hanya terdiri dari dua buah lensa.

Pada tahun 1897, di Teluk Williams, Amerika Serikat, dibuatlah sebuat teleskop Yerkes dengan diameter 101 cm, sehingga menjadi teleskop berlensa terbesar di dunia pada saat itu. Hingga sekarang, yang menjadi teleskop terbesar adalah teleskop Keck yang di buat di puncak gunung berapi Mauna Kea di Hawaii, Teleskop ini mempunyai kemampuan untuk meilihat suatu area delapan kali lebih luas dibandingkan teleskop lain.

BAGIAN-BAGIAN TELESKOP

Hal-hal yang perlu diketahui untuk memahami bagian-bagian lensa adalah sebagai berikut:
  • Lensa cembung adalah lensa yang bersifat mengumpulkan cahaya atau konvergen
  • Lensa cekung adalah lensa yang bersifat menyebarkan cahaya atau divergen
  • Cermin cembung adalah cermin yang menyebarkan cahaya
  • Cermin cekung adalah cermin yang dapat mengumpulkan cahaya
  • Jarak fokus merupakan jarak yang diperlukan oleh lensa atau cermin untuk mengarahkan cahaya pada titik fokus
  • Bidang pandang merupakan area langit atau daerah yang dapat dilihat dan diamati melalui teleskop
  • Perbesaran merupakan panjang fokus teleskop yang dibagi dengan panjang fokus lensa pada mata
  • Resolusi merupakan jarak terdekat diantara kedua objek yang masih dapat dilihat sebagai dua objek yang terpisah.


Pada teleskop, bagian yang paling vital atau paling penting adalah lensanya. Teleskop memiliki dua lensa positif atau cembung, yang terletak dekat dengan objek disebut dengan lensa objektif, dan yang terletak dekat dengan mata (tempat pengamat mengintip) disebut dengan lensa okuler. Pada teleskop bumi juga terdapat lensa pembalik, yang berfungsi untuk membalikkan bayangan tanpa melakukan pembesaran sehingga bayangan akhir yang terbentuk dapat tegak seperti arah benda semula. Dahulu kala, teleskop hanya berupa lensa dan rangkanya saja, dan mengutamakan pada fungsinya, akan tetapi seiring berkembangnya zaman, teleskop pun dilengkapi dengan bagian-bagian berikut ini:
  • Tabung teleskop, merupakan tempat cermin utama terletak, tabung ini memiliki diameter 8 inci, tabung memiliki penutup tabung. Pada bagian belakang tabung terdapat visual back untuk tempat pemasangan flip mirror. Panjang fokus dapat di atur dengan memutar knop yang terletak dibawah visual back
  • Finderscope, merupakan teleskop berukuran kecil yang dipasang pada tabung utama
  • Eyepiece, merupakan fungsi lensa okuler. Eyepiece ini memiliki pengunci untuk keamanannya sehingga tidak terjatuh dan hilang.
  • Mounting, lebih dikenal dengan dudukan teleskop, merupakan sistem penggerak utama pada teleskop, yang dilengkapi dengan knop pengatur lintang, tutup sumbu polar, skala ketinggian lintang untuk mengetahui posisi lintang pengamat berada, pemberat sudut jam untuk penyeimbang pada arah sudut jam. Pada mounting juga terdapat port koneksi yang terdiri dari tombol-tombol termasuk tombol untuk menyalakan teleskop
  • Tripod, sebagai kaki untuk berpijaknya teleskop diatas suatu permukaan
  • Half Pillar, untuk menaikkan posisi mounting, sehingga dapat mengatur tripod terbentur pada tiang pemberat ketika teleskop sedang digunakan

Bagian Teleskop
JENIS-JENIS TELESKOP

Umumnya, teleskop terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

a. Teleskop reflektor
Teleskop reflektor merupakan teleskop yang menggunakan cermin sebagai pengganti terhadap lensa untuk menangkap cahaya dan memantulkannya.

b. Teleskop refraktor
Merupakan teleskop bias yang terdiri dari beberapa kaca lensa sebagai alat yang digunakan untuk menangkap cahaya dan menjalankan fungsi teleskop.

c. Teleskop catadioptrik
Merupakan teleskop yang mempunyai sistem kerja yang tidak jauh beda dengan dua jenis teleskop diatas. Karena teleskop ini merupakan penggabungan dari teleskop refraktor dan reflektor, yang menggunakan dua media untuk pengumpulan cahayanya, yaitu cermin dan lensa.

Contoh dari pada teleskop refraktor adalah:

a. Teleskop Bumi
Teleskop ini disebut juga dengan teleskop medan teleskop yojana, yang menghasilkan bayangan akhir tegah terhadap arah benda awalnya. Hal ini didapat dari hasil menggunakan lensa cembung ketiga yang letakkan diantara lensa objektif dan lensa okular didekat mata. Sehingga lensa cembung ketiga hanya memiliki fungsi untuk membalikkan bayangan tanpa memberika perbesaran, sehingga lensa ini juga disebut dengan lensa pembalik.

Teleskop Bumi
b. Teleskop Bintang
Teleskop ini disebut juga dengan teleskop astronomi digunakan untuk mengamati benda-benda angkasa luar. Teleskop bintang menggunakan dua buah lensa positif, masing-masing sebagai lensa obyektif dan lensa okuler. Berbeda dengan mikroskop, pada teleskop jarak focus lensa obyektif lebih besar dari jarak fokus lensa okuler.

Teleskop Bintang
c. Teleskop Galilei
Merupakan teleskop yang dibuat oleh Galilei dan  disebut juga teleskop belnada atau teleskop tonil. Teleskop ini menghasilkan bayangan akhir yang tegak dan diperbesar dengan menggunakan dua buah lensa, lensa positif sebagai lensa objektif yang terletak dekat dengan objek dan lensa negatif sebagai lensa okuler yang terletak didekat mata pengamat.

Teleskop Galilei
d. Teleskop Prisma
Teleskop ini Penggunaan lensa pembalik untuk menghasilkan bayangan akhir yang tegak mengakibatkan teleskop bumi menjadi tampak panjang. Untuk menghindari hal tersebut maka lensa pembalik diganti dengan penggunaan dua prisma siku-siku sama kaki yang disisipkan di antara lensa obyektif dan lensa okuler. Prisma itu berfungsi untuk membalikkan bayangan dengan pemantulan secara sempurna. Teleskop digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh sehingga tampak lebih dekat dan jelas.

Teleskop Prisma
Contoh teleskop reflektor adalah teleskop yang menggunakan cermin cekung dan bersifat konvergen (mengumpulkan cahaya)  yang pertama sekali diciptakan oleh Isaac Newton pada tahun 1668, sehingga teleskop ini disebut juga dengan teleskop Newtonian. Inilah awal dari perkembangan yang tampak dari teleskop, karena awalnya teleskop hanyalah menggunakan lensa.

Kemudian pada saat memasuki abad ke 20. Teleskop-teleskop reflektor raksasa pun dibuat seperti yang digunakan pada Hale di Observatium Gunung Palomar, California, Amerika Serikat yang berukuran diameter 200 inci, teleskop ini selesai dibuat pada tahun 1948 dan menjadi teleskop reflektor terbesar didunia hingga beberapa puluh tahun setelahnya.

Sedangkan contoh teleskop catadoptrik adalah mikroskop, yang mempunyai lensa objektif dan okuler, juga mempunyai cermin sebagai pemantul cahaya yang terletak dibawahnya, sehingga objek yang diamati tampak lebih jelas. Contoh lainnya yaitu terdapat pada mercusuar, lensa tele (lensa pada kamera yang dapat melakukan perbesaran yang jauh) yang biasa digunakan oleh pemburu gambar dan video pada hewan-hewan buas berjarak jauh. Juga terdapat pada kamera SLR.

FUNGSI TELESKOP

Fungsi utama teleskop adalah mengumpulkan cahaya dan memfokuskannya lebih besar dari segi diameternya, sehingga lebih banyak cahaya yang dapat dikumpulkan. Alhasil, teleskop dapat melihat benda benda yang letaknya jauh, bahkan tidak tampak secara kasat mata sejauh mata memandang.

Teleskop pun memiliki peranan penting dalam bidang astronomi, tanpa teleskop, ahli astronomi tidak dapat melakukan tugasnya secara detil. Sehingga setelah dipatenkan teleskop astronomi oleh Galileo, maka banyak planet dan sistem lainnya yang terletak dalam tata surya yang dapat diamati, seperti Galileo Galilei langsung mengamati planet Venus dan Jupiter dengan teleskopnya.

Fungsi teleskop yang lainnya baru ditemukan adalah hubble telescope yang diletakkan di luar angkasa untuk mengirim gambar dengan menggunakan gelombang elektomagnetik. Gelombang tersebut akan ditangkap oleh bumi dengan hasil yang jernih. Jadi, teleskop ini membantu manusia untuk mengamati benda-benda di luar angkasa.

CARA KERJA TELESKOP

Cara kerja teleskop prinsipnya hanyalah mengumpulkan cahaya, apakah itu menggunakan lensa yaitu pada teleskop refraktor dan menggunakan cermin pada teleskop reflektor. Teleskop reflektor menggunakan cermin cekung, yang akan merefleksikan cahaya dan bayangan gambar yang diarahkan oleh teropong, cermin cekung ini akan menambah jangkauan sehingga dapat melihat benda yang jauh. Teleskop reflektor memiliki kelemahan yang terkadang dapat menimbulkan bayangan yang tampak menjadi tidak fokus.

Cara Kerja Teleskop
Lensa utama akan mengumpulkan bayangan benda dan juga cahaya yang datang, kemudian disampaikan ke retina mata melalui media rekfraksi. Media refraksimata ada lima, yaitu cahaya dan bayangan yang masuk akan sampai terlebih dahulu ke kornea (lapisan terluar mata), kemudian ke humor aquos, pupil, vitreus body, dan terakhir ke retina. Setelah sampain di retina bayangan tersebut dikirimkan melalui saraf penglihatan ke otak. Barulah seseorang dapat menginterpretasikan gambar tersebut.
https://www.softilmu.com/2015/12/pengertian-fungsi-dan-bagian-teleskop.html
Share:

Postingan Populer

Label

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.